Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Berita UtamaDaerahKabupaten Halmahera BaratPendidikanTerbaru

Tenaga Pengajar Mengeluh Posisi Pergantian Kepsek SD GMIH Sasur

454
×

Tenaga Pengajar Mengeluh Posisi Pergantian Kepsek SD GMIH Sasur

Sebarkan artikel ini

Jailolo: Salah satu Tenaga Pengajar di SD GMIH Sasur, Sahu, Kabupaten Halmahera Berat berinisial N mengeluh  dengan pergantian Kepala Sekolah (Kepsek) dari Merni Djalali tergantikan dengan Nimrot Dadi.

Keluhan tenaga pengajar tersebut disebabkan karena mantan Kepala Sekolah (Kepsek) Merni yang baru tergantikan ini dalam pengabdian buktikan hasil kemajuan terhadap siswa siswi SD setempat.

Sedangkan sambung dia, Kepsek Nimrot Dadi yang baru tergantikan ini dalam kinerja, perilaku penyimpanan melalui masa jabatan Kepsek SD GMIH Desa Sasur pada tahun 2021-2022.

Keterangan diterima media ini, Sabtu (18/03) dalam dalam keluhannya tertulis, pergantian Kepsek SD GMIH di Desa Sasur dilakukan itu, dinilai pemkab secara Spontan dalam berkeputusan.

” Yang kami sesalkan, biasanya sebelum Surat Tugas dilayangkan seharusnya melakukan beberapa Tahap yaitu Pemberitahuan pergantian dan Prosen Sertijab baru bisa Surat Penugasan dilayangkan ke sekolah. Tapi Ini terbalik. Sehingga menurut kami sepihak,” kata Tenaga Pengajar, yang tidak mau menulis namanya. Ditambah, diduga dalam pergantian Kepsek itu ada kepentingan momentum tahun 2024.

Dia juga ceritakan pengalaman pada masa jabatan Kepala Sekolah Nimrot selama 1 Tahun 2021-2022. Disampakan,  Kepsek Nimrot hanya datangkan keresahan pada ‘guru’. Tapi setelah tergantikan dengan Merni pada 30 Desember 2022 lalu disenangi guru, dan juga ada dampak kemajuan terhadap siswa siswi di SD tersebut.

“Berdasarkan Pengalaman Bapak Nimrot selama menjabat itu sudah sangat meresahkan karena perilaku Beliau yang sangat menyimpang. Dan banyak fasilitas sekolah yang sudah Beliau alihkan menjadi milik Pribadi, misalnya layar infocus dan juga Alat Wifi sebanyak 2 buah,” jelasnya.

Maka dengan itu, guru pengajar
r tersebut meminta ke Pemkab Halbar dalam hal ini Bupati James untuk dapat kembali batalkan SK Pergantian Kepsek Merni. Permintaan itu menjadi kewaspadaan dari oknum tenaga pengajar ata tindakan yang bisa akan terjadi seperti pada masa jabatan di di tahun 202-2022.

” Kami tidak ingin hal-hal buruk kembali terjadi khususnya di SD GMIH. Berdasarkan pengalaman beliau menjabat menjabat disini selama 1 (satu) tahun 2021-2022 ,” kata Pengajar Honorer.

Dengan iIa kembali ke Buapati untuk batalkan SK yang dilayangkan pemkab setempat. Karena menurut dia, Kepsek Meri selama dua bulan menjabat disekolah itu dinilai  bekerja dengan sepenuh hati.

Dan itu juga, Lanjut dirinya, itu dibuktikan dengan adanya perubahan pada anak-anak Desa Sasur yang sekolah di SD yang sesuai dengan program Pemerintah Jujur melalui, Program Halbar Cerdas.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Halbar, belum dapat dikonfirmasi media ini. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *